Today

Harga Emas Dunia Hari ini 4 Desember 2025 Masih Stabil, Perak Naik Tajam

Andri Hakim

Supernews.co.id-Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Rabu (3/12/2025), didorong melemahnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan. Di tengah kondisi pasar yang sensitif terhadap sentimen kebijakan moneter, harga perak justru kembali menarik perhatian setelah mencetak rekor tertinggi terbaru.

Emas Bertahan Stabil di Atas US$ 4.200 per Ounce

Pada pukul 14.03 waktu New York, emas spot tercatat hampir tidak berubah di level US$ 4.202,06 per ounce, meski sempat menyentuh titik tertinggi sesi di US$ 4.241,29.
Kontrak emas berjangka AS pengiriman Februari ditutup naik 0,3% ke US$ 4.232,50.

Kestabilan harga emas mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang keputusan The Fed, sekaligus mengisyaratkan bahwa permintaan emas tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi.

Perak Cetak Rekor Baru: Tembus US$ 58,98

Harga perak berada di jalur reli ekstrem setelah kembali menyentuh rekor tertinggi di US$ 58,98 per ounce sebelum akhirnya bergerak stabil. Kenaikan tajam sepanjang tahun ini menempatkan perak sebagai salah satu komoditas dengan performa terbaik di pasar global.

Menurut data terbaru, perak telah melesat 102% sepanjang tahun 2025, dipicu beberapa faktor:

  • kekhawatiran likuiditas pasar akibat derasnya aliran dana ke saham AS,
  • masuknya perak ke dalam daftar critical minerals,
  • defisit pasokan struktural yang terus berlanjut.

Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures, menyebut bahwa reli perak menjadi katalis positif bagi emas, mendorong keduanya tetap solid. Ia menilai tren bullish perak masih jauh dari selesai dan bisa segera menembus level psikologis US$ 60 per ounce.

Baca Juga:  Emas Bertahan di Level US$4.130 per Ounce, Probabilitas Pemangkasan Suku Bunga Capai 79%

Data Tenaga Kerja AS Melemah, Pasar Yakin The Fed Akan Turunkan Suku Bunga

Salah satu pemicu utama stabilnya harga emas adalah laporan ADP yang menunjukkan payroll sektor swasta turun 32.000 pada November, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 10.000 pekerjaan.
Data yang lebih lemah dari perkiraan ini langsung memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter.

Menurut FedWatch CME, pasar memperkirakan:

  • 89% kemungkinan The Fed memangkas suku bunga pada pertemuan 9–10 Desember.

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong kenaikan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi—sehingga menjadi lebih menarik ketika suku bunga turun.

Pasar Menunggu Data PCE sebagai Petunjuk Inflasi

Pelaku pasar kini menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan September yang sebelumnya sempat tertunda. Indikator ini merupakan ukuran inflasi favorit The Fed dan sangat penting dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.

Jika PCE menunjukkan tekanan inflasi yang mereda, peluang pemangkasan suku bunga akan semakin kuat dan dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.

Tembaga Ikut Mencetak Rekor

Tidak hanya logam mulia, harga tembaga juga mencatat rekor baru pada hari yang sama. Reli tembaga didorong oleh:

  • pelemahan dolar AS,
  • terganggunya pasokan global,
  • serta menipisnya stok di gudang-gudang London Metal Exchange.

Kenaikan ini menegaskan tren positif komoditas secara luas di tengah gejolak ekonomi global.

Harga emas dunia tetap stabil di kisaran tinggi, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga dan melemahnya data ketenagakerjaan AS. Sementara itu, perak melesat dan mencetak rekor baru, menunjukkan momentum kuat yang mungkin belum berakhir.

Dengan banyaknya data ekonomi yang akan dirilis, serta keputusan penting The Fed yang semakin dekat, pasar emas dan perak berpotensi mengalami volatilitas signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam dan Perhiasan 100 Gram Terbaru Hari Ini 7 Desember 2025

[addtoany]

Related Post