Today

Setelah Berhenti Produksi di Indonesia, Nissan Juke EV Kini Siap Debut Kembali 2026

Andri Hakim

Supernews.co.id-Nissan kembali mengguncang kancah elektrifikasi dengan persiapan kehadiran Nissan Juke EV, crossover listrik yang siap memanjakan konsumen muda yang haus tampilan unik dan teknologi baru. Setelah Leaf dan Micra lebih dulu mengisi jajaran kendaraan listrik mereka, Juke kini siap memasuki era baru sebagai mobil listrik penuh dengan karakter desain yang lebih berani.

Nissan Juke EV dibangun untuk tetap membawa identitas eksentrik yang selama ini menjadi daya tarik utama Juke bermesin bensin. Nissan tidak ingin membuat Juke sekadar menjadi Leaf yang direbadge. Justru, Nissan ingin menjadikan Juke EV sebagai crossover yang lebih emosional, walau artinya harus ada kompromi pada kepraktisan dan ruang kabin demi tampilan futuristik yang provokatif.

Langkah desain ini menunjukkan bahwa Nissan ingin mematahkan tren kebanyakan EV yang cenderung tampil aman dan minimalis. Dengan Juke EV, mereka ingin menonjolkan keberanian, garis tajam, dan bentuk polygon yang semakin ekstrem.

Platform CMF-EV Nissan Juke EV

Walau tampilannya jauh lebih liar, basis Juke EV tetap menggunakan platform CMF-EV yang sama dengan Leaf. Platform ini sudah terbukti efisien dan stabil untuk mobil listrik kompak. Shunsuke Shigemoto, Wakil Presiden Elektromobilitas Nissan, mengungkapkan bahwa jarak sumbu roda Juke EV tidak berubah dari Leaf karena disesuaikan dengan ukuran baterai.

Namun, ia menegaskan bahwa Nissan punya ruang fleksibilitas lebih besar dalam memodifikasi eksterior dan interior Juke EV. Fleksibilitas itu memungkinkan mereka menciptakan sosok Juke listrik yang lebih rendah, lebih lebar, dan lebih tegas tanpa harus mengubah pondasi mekanis Leaf.

Baca Juga:  Wuling Darion Tawarkan Harga Spesial untuk 1.500 Pembeli Pertama: Mulai Rp 356 Juta

Desain Nissan Juke EV yang Mirip Konsep Hyper Punk

Bagian eksterior Juke EV disebut akan membawa proporsi lebih radikal. Roda lebih besar, kemungkinan mencapai 20 inci, rel yang lebih lebar, serta atap yang lebih rendah memberikan posisi berkendara dan siluet yang sangat agresif. Kombinasi ini membuat Juke EV terlihat semakin dekat dengan konsep Hyper Punk yang sempat mencuri perhatian.

Bagian belakangnya dipertajam dengan gaya ekor kamm desain yang membantu merapikan aliran udara pada kecepatan tinggi. Pendekatan ini bukan hanya soal estetika, tapi juga efisiensi. Nissan juga menyiapkan warna-warna cerah dan panel kontras untuk mempertahankan kesan berani yang menjadi DNA Juke.

Interior Juke EV dan Teknologi yang Dibawa

Masuk kabin, Nissan mempertahankan layout konsol tengah khas Juke. Namun suasananya akan bertransformasi menjadi lebih futuristik. Bila Leaf tampil dengan nuansa lembut dan minimalis, Juke EV justru akan menawarkan palet warna cerah, pencahayaan ambient yang tegas, dan material yang mendukung kesan modern.

Dalam hal teknologi, Juke EV kemungkinan mengadopsi sistem layar ganda 14,3 inci seperti Leaf. Sistem infotainment berbasis Google dengan integrasi aplikasi yang mulus juga dipertahankan untuk memberikan pengalaman berkendara yang intuitif. Dikombinasikan dengan desain kabin yang ekspresif, Juke EV akan menjadi paket EV yang fun dan youthful.

Spesifikasi Baterai Nissan Juke EV

Nissan menyediakan dua opsi baterai untuk Juke EV, yaitu 52 kWh dan 75 kWh. Keduanya sudah digunakan pada Leaf, sehingga performanya dapat diproyeksikan memiliki kesetaraan efisiensi yang baik. Motor listrik yang dipasang di bagian depan bakal menghasilkan tenaga antara 174 bhp hingga 213 bhp, cukup untuk menempatkan Juke EV sebagai crossover listrik dengan tenaga yang menarik di kelasnya.

Baca Juga:  Harley-Davidson X440T 2026, Gaya Street Road di Jalanan Dengan Mesin 440 cc Karakter Khas Harley

Belum ada angka resmi jarak tempuh, namun dengan paket baterai yang sama dengan Leaf, Juke EV diperkirakan memiliki daya jelajah kompetitif untuk pemakaian harian maupun perjalanan pendek antar kota.

Arah Elektrifikasi Nissan Setelah Juke EV

Nissan tampaknya sedang memperkuat posisi di pasar EV dengan strategi bertahap. Setelah produksi Juke EV berjalan, fokus berikutnya akan dialihkan ke pengembangan Qashqai listrik generasi terbaru. Meski begitu, Nissan menegaskan bahwa mereka tidak akan melepas sepenuhnya model mesin bensin. Juke dan Qashqai versi bensin tetap akan dipertahankan di pasar yang masih membutuhkan opsi non-listrik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Nissan ingin fleksibel menghadapi peralihan industri otomotif global. Juke EV bukan hanya kendaraan baru, tetapi simbol arah desain listrik Nissan di masa depan.

Nissan Juke EV Sebagai Crossover Listrik Paling Nyentrik

Dengan desain yang tidak minta izin untuk tampil beda, performa yang kuat, dan basis teknologi Leaf yang sudah solid, Nissan Juke EV diprediksi menjadi salah satu crossover listrik paling menggoda untuk konsumen muda. Juke sudah dikenal sebagai mobil yang berkarakter, dan kini karakter itu dipoles ulang menjadi sesuatu yang lebih futuristik dan emosional.

Juke EV bukan sekadar Juke yang dialiri listrik mobil ini adalah evolusi total yang membawa DNA aslinya ke era baru.

[addtoany]

Related Post