Today

GPX DZ2 Hyper-Trex Ramaikan Persaingan Skutik 150 cc, Penantang Baru NMAX Turbo dari Thailand

Andri Hakim

Supernews.co.id-Dunia otomotif semakin memanas, khususnya persaingan di skutik matic 150 cc, kali ini kedatangan motor dari thailand yaitu GPX DZ2 Hyper-Trex. Motor yang memiliki tampilan sedikit gahar ini digadang-gadang jadi kompetitor dari Yamaha NMAX Turbo.

Pasar skutik 150 cc di Asia Tenggara kembali memanas menjelang penutupan tahun 2025. Setelah lama didominasi oleh model-model populer dari Jepang, kini sejumlah brand mulai tampil agresif menghadirkan pilihan yang lebih berani, lebih futuristis, serta tetap menjaga harga tetap kompetitif. Thailand menjadi salah satu negara yang cukup aktif melahirkan model baru, dan sorotan terbaru tertuju pada GPX DZ2 Hyper-Trex, skutik bongsor yang mulai menarik perhatian karena kombinasi desain modern, kelengkapan fitur, serta banderol harga yang menggiurkan.

Daftar Isi

Desain GPX DZ2 Hyper-Trex

Kehadiran model ini terasa relevan bagi konsumen Indonesia, sebab segmennya bersinggungan langsung dengan para pemain kuat seperti Yamaha NMAX Turbo. Dengan menawarkan nilai teknis yang sepadan namun harga lebih bersahabat, GPX mencoba masuk lewat celah kebutuhan konsumen yang menginginkan motor berteknologi tinggi tetapi tetap ekonomis.

GPX DZ2 Hyper-Trex baru saja diperkenalkan secara resmi di Thailand dengan harga awal sekitar 73.500 Baht atau kisaran 37,9 juta rupiah. Angka ini membuatnya berada sedikit di bawah harga Yamaha NMAX Turbo yang dipasarkan mulai 38,6 juta rupiah di Indonesia. Meski selisihnya tidak terlalu besar, konsumen di kelas 150–160 cc biasanya sangat mempertimbangkan faktor harga terutama karena banyaknya pilihan dalam rentang yang berdekatan.

Dari sudut pandang desain, GPX mencoba keluar dari pakem mainstream. DZ2 Hyper-Trex mengedepankan gaya city sport yang menonjolkan tampilan agresif namun tetap memiliki aksen elegan. Area depan berukuran cukup besar dengan sudut tegas yang memancarkan karakter energik. Lampu utama memakai proyektor LED dengan bentuk yang dirancang untuk memberikan kesan mewah, sekaligus meningkatkan visibilitas malam hari. Sisi bodi menampilkan lapisan panel bertingkat dan transparansi tertentu, menciptakan efek visual yang berbeda dari kebanyakan skutik Jepang yang cenderung minimalis.

Baca Juga:  Skuter Listrik Yamaha Aerox-E Resmi Meluncur, Tembus 106 Km Sekali Cas!

Bagi GPX, desain agresif bukan hanya soal gaya, tetapi juga bentuk identitas. Sebagai pabrikan yang berkembang di Thailand dengan komunitas muda yang aktif, gaya sporty memang menjadi nilai jual yang membuat produk mereka mudah dikenali. Model ini terlihat cocok untuk pengendara perkotaan yang ingin tampil distintif tanpa perlu berpindah ke segmen motor sport.

Fitur GPX DZ2 Hyper-Trex

Selain visual, daya tarik lain dari DZ2 Hyper-Trex bersumber dari fitur modern yang biasanya ditemukan pada skutik kelas lebih tinggi. Layar TFT full color berukuran 6 inci menjadi pusat informasi utama. Warna yang tajam serta antarmuka modern memudahkan pengendara memantau indikator penting, mulai dari kecepatan, konsumsi bahan bakar, hingga mode konektivitas. Kehadiran fitur Mirror Screen Sharing menjadi pembeda, karena memungkinkan beberapa informasi dari smartphone ditampilkan langsung di layar motor. Fitur ini berpotensi menjadi daya tarik bagi generasi muda yang terbiasa memakai navigasi digital dan aplikasi real-time.

Konektivitas Bluetooth dengan aplikasi Carbit Ride juga memberi nilai tambah dalam penggunaan harian. Pengendara bisa memonitor perjalanan, memeriksa status kendaraan, atau sekadar menikmati integrasi teknologi seperti motor premium. GPX juga tidak melupakan aspek praktis berupa smart key dengan standar IP67 yang tahan air dan debu, sesuatu yang jarang diperhatikan produsen lain pada rentang harga yang sama.

Pada dapur pacu, skutik ini dibekali mesin HYPER-i berkapasitas 149,6 cc, konfigurasi satu silinder, SOHC 4 katup, serta pendingin cairan. Secara spesifikasi, mesin ini berada dalam standar kompetitif kelasnya. GPX tidak menekankan angka performa tinggi dalam materi peluncuran, tetapi lebih pada kesan efisiensi, durabilitas, dan kenyamanan operasional. Mesin berpendingin cairan biasanya memberikan kestabilan suhu yang lebih baik terutama di penggunaan jarak jauh atau kondisi macet yang panjang.

Namun aspek yang membuat DZ2 Hyper-Trex tampil berbeda adalah kelengkapan sistem keselamatannya. Rem cakram depan dan belakang dipadukan dengan ABS dua kanal, fitur yang belum tentu disematkan pada semua skutik 150–160 cc di berbagai negara Asia Tenggara. Kehadiran TCS atau kontrol traksi semakin mempertegas bahwa GPX tidak ingin setengah-setengah dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang aman. TCS bekerja membantu mengurangi selip roda ketika akselerasi dilakukan pada permukaan licin, terutama saat hujan atau kondisi jalan berpasir.

Baca Juga:  Svartpilen 125, Street Bike Neo Klasik Termurah Husqvarna Dengan Mesin KTM

Keistimewaan tambahan hadir pada penggunaan kaliper rem radial, komponen yang lebih umum ditemukan pada motor premium. Kehadiran part seperti ini memberi sinyal bahwa GPX mencoba membawa standar baru di segmen harga terjangkau.

Praktikalitas turut menjadi perhatian. Tangki bahan bakar 8 liter ditempatkan di bagian depan, memungkinkan pengisian tanpa perlu membuka jok. Selain mempercepat proses pengisian, penempatan seperti ini memberikan ruang bagasi yang lebih lega. Port USB Type-A dan Type-C melengkapi kebutuhan gaya hidup masa kini, terutama untuk pengendara yang mengandalkan smartphone untuk dokumentasi, navigasi, atau kebutuhan pekerjaan.

GPX DZ2 Hyper-Trex hadir dalam empat pilihan warna: Lava Red, Super Black, Crayon Grey, dan Matte Brown. Palet warna tersebut merefleksikan karakter motor yang ingin tampil elegan namun tetap menarik bagi berbagai segmen usia, dari anak muda hingga pengguna yang ingin tampil profesional.

Jika melihat dinamika pasar, GPX DZ2 Hyper-Trex berpotensi menjadi alternatif baru bagi konsumen Indonesia yang mencari skutik bongsor berfitur lengkap namun tidak ingin terjebak dalam persaingan harga besar dari brand Jepang. Meski belum ada informasi resmi mengenai kehadirannya di Indonesia, potensi pasar terlihat cukup menjanjikan. Konsumen Tanah Air belakangan cenderung terbuka pada pilihan baru, terutama dari pabrikan yang berani menawarkan fitur premium dengan harga kompetitif.

Dengan kombinasi desain futuristis, teknologi modern, dan harga lebih miring dari kompetitor utama, motor ini bisa saja menjadi motor yang memicu perubahan tren jika masuk ke pasar lokal. Pertanyaannya tinggal pada kesiapan jaringan after-sales dan strategi distribusi GPX bila benar-benar memutuskan untuk melebarkan sayap ke Indonesia.

[addtoany]

Related Post